Rabu, 18 November 2015

 sang pengibar

senyuman yang selalu ku tunggu
membuatku terdiam belenggu
saat kau kibarkan sang merah putih yang membuatku tersipu
langit pun sekan ikut tersenyum akan kehadiranmu di saat itu

suara lantangmu membuatku tak berkata dalam bahasa
terdiam dibarisan terdepan membuatku terbungkam olehnya
hitungan detik dan menit berlalu dengan nyayian indonesia raya
selalu ku tunggu tubuh sigapmu di bawah sinar sang surya


#t.s
 Dia

mimpi dari sebuah harapan
bertolak belakang dengan kenyataan
namun apakah mungkin semua itu akan terwujudkan?
dalam ruang sunyi dibalik sebuah keheningan
terdiam diri melihat senyuman yang tak mungkin kudapatkan
dari seseorang yang kudambakan

namun aku bukan seorang pemyair yang pandai merangkai kata
akupun bukan seorang yang pandai akan memainkan sebuah alunan nada
namun aku disini hanya orang biasa yang selalu meneteskan air mata